Arsip untuk Mei, 2008

Senin, 26/05/2008 12:30 WIB Paket Ekonomi Obat BBM Naik Segera Diumumkan Suhendra – detikFinance

Jakarta – Paket Kebijakan Ekonomi 2008-2009 akan keluar dalam beberapa hari lagi, paket kebijakan tersebut telah di tandatangani oleh Presiden SBY akhir pekan lalu. Paket ini merupakan upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi setelah kenaikan BBM.

Paket kebijakan ekonomi ini merupakan rencana aksi pemerintah bidang ekonomi 2008-2009 terutama dalam menghadapi tahun-tahun politik khususnya tahun depan.

“Dalam dua hari lalu ada dua peristiwa yang penting yaitu kenaikan BBM, yang telah digarisbawahi Pak Presiden untuk langkah terbaik. Juga paket kebijakan ekonomi yang telah ditandatangani oleh presiden yang belum bisa diberitahukan kepada umum salah satunya mengenai ekonomi moneter,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono kepada 300 investor dalam acara Indonesian Regional Investment Forum (IRIF) 2008, di Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Senin ( 25/5/2008).

Dalam kesempatan ini Gubernur BI Boediono diundang sebagai Menko Perekonomian walaupun kini Boediono sudah mempunyai jabatan barunya sebagai Gubernur BI.

“Saya diundang sebagai kapasitas saya sebagai menko perekonomian, saya berdiri dalam jabatan lain. Saya rasa masih pantas bagi anda untuk berbagi,” katanya merendah.

Boediono yang dikenal sebagai Mr Paket ini menambahkan, salah satu tujuan dari paket ekonomi ini adalah menekan dampak kenaikan BBM beberapa hari lalu dan secara umum sebagai rencana aksi yang lebih riil, sebagai upaya nyata dari kondisi politik yang semakin menghangat pada tahun ini dan tahun depan.

“Untuk meminimalkan dampak sekunder dari kenaikan harga minyak, Inpres yang baru sudah ditandatangani sudah siap diumumkan pada beberapa hari mendatang,” ucap Boediono.

Paket ekonomi ini, lanjut Boediono, sebagai jaminan kepada masyarakat dari pemerintah bahwa walaupun 2 tahun sisa pemerintahan tidak terlena dengan isu-isu politik yang mulai mengental dan memanas.
“Paket perekonomian merupakan rencana aksi tahun 2009 yang merupakan sebagai jaminan kepada masyarakat walaupun tahun 2009 puncak tahun politik yang mana tahun ini sudah mulai menghangat,” ujarnya.
Walaupun ia menekankan bahwa paket kebijakan tidak akan ada manfaatnya kalau pelaksanaannya tidak ada.
( hen / ddn )

Tinggalkan sebuah Komentar

Senin, 26/05/2008 11:57 WIB SBY: Kenaikan Harga BBM Keputusan Terbaik Suhendra – detikFinance

Jakarta – Didepan sekitar 300-an investor asing dan lokal, Presiden SBY kembali menegaskan, keputusan menaikkan harga BBM akhir pekan lalu adalah yang terbaik.

Demikian disampaikan oleh Presiden SBY saat membuka Indonesian Regional Investment Forum (IRIF) 2008 di Pacific Place Ritz Carlton, Jakarta, Senin (26/5/2008).

“Hari jumat kemarin, dengan berat pemerintah Indonesia mengumumkan kenaikan minyak dengan 28,7% kita juga telah mengupayakan bebeapa cara juga berupaya menghemat biaya dan mencoba menggali, untuk mengatasi kenaikan harga minyak,” katanya.

SBY juga menggarisbawahi bahwa keputusan tersebut diluar dari upaya pemerintah untuk mencari popularitas. Justru keputusan tersebut sebagai upaya mengimbangi rasa keadilan dari kalangan yang seharusnya menerima subsidi.

“Bahwa ini keputusan yang sulit, tetapi ini bukan mencari popularitas. Keputusan mengurangi subsidi adalah keputusan terbaik,” ujarnya.

SBY pun mengatakan, dampak kenaikan dari BBM dirasakan semua kalangan baik di daerah maupun di Jakarta.

“Penting bagi kita adalah untuk memahami bahwa ini bukan hanya dialami oleh Jakarta tetapi oleh daerah lain. berat sama dipikul ringan sama dijinjing,” ucapnya.

Ia juga menyambut gembira mengenai target investasi IRIF 2008 yang ditargetkan mencapai US$ 19 miliar dengan 200 proyek yang merupakan tiga kali lipat dari pencapaian dua tahun lalu.
( hen / qom )

Tinggalkan sebuah Komentar

26/05/2008 05:08 Transportasi Sopir Angkot Mogok Menuntut Tarif Baru

26/05/2008 05:08 Transportasi
Sopir Angkot Mogok Menuntut Tarif Baru

Liputan6.com, Sukabumi: Ketidakjelasan tentang naik atau tidaknya tarif angkutan umum pascakenaikan harga bahan bakar minyak berdampak kepada awak angkutan maupun penumpang. Sebagian awak angkutan memilih mogok dan sebagian memaksa penumpang membayar dengan tarif baru. Hal ini pula yang dilakukan sopir angkot di Sukabumi, Jawa Barat, untuk menuntut diberlakukannya tarif angkutan yang baru.

Ratusan sopir angkot jurusan Cibadak-Cisaat, Sukabumi, Ahad (25/5), memilih memarkir kendaraan mereka di tepi jalan. Ada pula yang memarkir kendaraan di lapangan sepakbola Sekarwangi. Akibatnya, calon penumpang pun telantar. Di beberapa titik, calon penumpang menumpuk sambil menunggu angkutan yang bisa membawa mereka ke tempat tujuan.

Di Majene, Sulawesi Barat, kebingungan melanda para sopir angkutan umum karena pemerintah daerah belum menetapkan tarif baru. Sebagian sopir memilih tidak beroperasi sambil menunggu penetapan. Sebagian lagi tetap beroperasi dengan meminta penumpang membayar tarif lebih besar dari tarif lama.

Begitu juga di Madiun, Jawa Timur, tarif bus antarkota sejak kemarin pagi naik 15 persen. Tarif bus dari Surabaya menuju Madiun yang dulunya Rp 17.500 kini Rp 20 ribu. Sedangkan Surabaya ke Yogyakarta, dari Rp 37 ribu menjadi Rp 43 ribu [baca: Para Sopir Angkutan Menaikkan Tarif Sendiri].

Sementara itu, Komisi Perhubungan DPR menilai ketidakjelasan penentuan tarif angkutan di berbagai daerah membuktikan pemerintah tidak siap dalam menangani dampak ikutan kenaikan harga BBM. Dari data yang dihimpun Komisi Perhubungan, rata-rata kenaikan tarif pascakenaikan BBM di berbagai daerah mencapai 30 persenan. Ini jauh dari batas toleransi kenaikan yang ditetapkan pemerintah.

Namun, Menteri Perhubungan Jusman Syafei Jamal menegaskan toleransi kenaikan tarif 15 persen telah melalui perhitungan yang detail terhadap beban transportasi nasional. Sedangkan mengenai penetapan tarif tergantung penetapan dari kepala daerah bersangkutan.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)

Tinggalkan sebuah Komentar

26/05/2008 10:05 Unjuk Rasa Anggota SPSI Desak Perubahan SK UMK

Tinggalkan sebuah Komentar

Jews defend Hagee’s words

Jews defend Hagee’s words

By Julia Duin
May 24, 2008

Evangelist Rev. John Hagee leads a march of Christians in support of Israel in Jerusalem. Jews rushed to the pastor’s defense yesterday claiming the pastor is not anti-Semitic and an ally of the Jewish people. (Associated Press)

Jewish allies of the Rev. John Hagee rushed to his defense yesterday to say the Texas evangelist is not anti-Semitic despite Sen. John McCain campaign’s repudiation Thursday of the evangelist’s endorsement.

“John Hagee is one of the Jewish people’s best friends,” Los Angeles talk show host Dennis Prager said on the air yesterday morning. “Identifying John Hagee with anti-Semitism would be like identifying Raoul Wallenberg, the great Swede who saved thousands of Jews in the Holocaust, with anti-Semitism.”

Orthodox Rabbi Aryeh Scheinberg, of Congregation Rodfei Sholom in San Antonio, appeared at an afternoon press conference yesterday to say Mr. Hagee’s “words were twisted and used to attack him for being anti-Semitic.”

In actuality, Mr. Hagee “interpreted a biblical verse in a way not very different from several legitimate Jewish authorities,” the rabbi said.

“Viewing Hitler as acting completely outside of God’s plan is to suggest that God was powerless to stop the Holocaust, a position quite unacceptable to any religious Jew or Christian,” the rabbi said.

“I have devoted most of my adult life to ensuring that there will never be a second Holocaust,” Mr. Hagee told reporters. “I have worked tirelessly to eliminate the sin of anti-Semitism from the Christian world and to ensure the survival of the state of Israel.”

At issue was Mr. Hagee’s reference — in a late 1990s sermon and in his 2006 book “Jerusalem Countdown” to Adolf Hitler being a “hunter” used by God to force Jews to emigrate to Israel.

In a reference to the Book of Jeremiah, whose author predicts a scattering of the Jewish people but saying God would bring them back to the promised land, Mr. Hagee says in the sermon: “How did [the Holocaust] happen? Because God allowed it to happen. Why did it happen? Because God said my top priority for the Jewish people is to get them to come back to the land of Israel.”

Tinggalkan sebuah Komentar